Tampilkan postingan dengan label Cerita Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Fiksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juli 2013

Guyon: Puasa Malam Hari

Siang itu, seorang anak kecil, sebut saja namanya Aca, sedang bermain di depan rumah. Tiba-tiba, ada dua Tante-Tante menghampiri dan menanyakan orang tua si anak itu.

Tante : "Nak, Ibu kamu ada di rumah nggak?"

Aca : "Ada di dalam Tante.. Ibu lagi makan"

Tante : "Loh, ini kan bulan puasa, memang Ibu kamu nggak puasa ya?"

Aca : "Ibu puasanya kalo malam Tante"

Tante : "Emm, emang ada puasa malam hari ya?" tanya si Tante pada temannya dan hanya dijawab dengan mengangkat bahu.

Aca: "Ada kok.. semalam Ibu bilang sama Ayah, kalau malam ini katanya puasa dulu"

Tante: "Ouwww... puasa 'anu' toh, ya sudah Tante mau ketemu Ibu kamu dulu ya..."

Aca: "Silahkan masuk.., Kalo Tante semalam puasa nggak?"

Tante: "Hehe.. nanti kalo kamu udah gede juga tau.."

"Huhh.. dasar orang dewasa" gerutu si Aca sambil garuk-garuk kepala dan melanjutkan bermainnya.


#Punakawan #Fiksi

Jumat, 19 Agustus 2011

Selalu Berusaha

Dia lulusan SMK, seorang pekerja keras dan tekun dalam beribadah, hampir semua orang di kampungnya mengenal kepribadiannya dan mengaguminya. Dari ketekunannya itu dia mendapat imbalan dari kerja keras dan doa-doa yang dipanjatkan selama ini. Dia yang menjadi orang sukses itu bernama Daud Yusup.

Merasa berhasil di kampungnya dia merantau ke Jakarta mencoba mencari peruntungan lebih melalui usaha bengkel. Dekan ketekunan dan kerja kerasnya kembali bisnisnya berjalan lancar, bukan cuma satu bengkel yang di bawah kendalinya. Bengkel D'Yusuf Service menjadi bengkel terkenal, nama bengkel yang juga diambil dari namanya.

Tidak lupa dengan kekayaan yang dia raih selama ini, tak lama kemudian dia berniat untuk pergi haji ke tanah suci. Setibanya di tanah suci jiwa bisnisnya kembali muncul, dengan berbekal kekayaannya kembali dia ciptakan usaha baru yaitu bisnis minyak di tanah Arab. Untuk beberapa lama diapun tinggal di tanah Arab dan mengubah namanya menjadi M. Daod Yusuf, mungkin nama baginya sangat berperan dalam mempengaruhi pasar sehingga merasa perlu mengganti namanya. (padahal cuma mengganti penyebutannya saja).

Lalu bagaimana dengan usaha bengkelnya di Jakarta? penulis terlalu asyik mengikuti perjalanan Mr. Yusup ini eh maksudnya Mr. M. Daod Yusuf, jadi kelupaan nulis kejadian yang di Jakarta hehehe...

Mungkin sudah menjadi nasibnya, ternyata usaha bisnis minyaknya di tanah Arab pun berhasil sukses, hingga hampir seluruh kawasan timur tengah kenal dan menyebutnya Si Raja M. Daod Yusuf. "ternyata nama memang memiliki hoki" pikirnya, sambil mengelus-elus jenggotnya. (huruf M.= singkatan dari MINYAK) :p

Sukses di tanah Arab jiwa bisnisnya semakin bergairah dengan mengembangkan usahanya ke wilayah Eropa dan Amerika. Namun berbeda dengan usaha yang dikembangkan dikedua wilayah ini dari bisnis sebelumnya. Dengan menutup usaha yang di Jakarta dan di Arab dia membuat perusahaan otomotif di kedua benua tersebut.

Mungkin bisnis kali ini menurutnya lebih sesuai karena dari latar belakang pendidikannya sebagai lulusan SMK Otomotif. Tahukah kawan apa yang belum saya ceritakan? Ya betul.. Mr. Yusup ini mengganti namanya apa ya selama di Eropa dan Amerika?
Sekali lagi saya sampaikan bahwa dia tidak mengganti namanya hanya merubah sedikit aksen atau penyebutannya saja, menjadi David Joseph yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan DJ. Sesuai dengan Merk dari Perusahaan yang dia dirikan DJ Motor's. (kali ini huruf M-nya di belakang menjadi Motor's) :p

Namun segala sesuatu apapun yang direncanakan dan dibuat manusia sudah pasti Tuhan ikut menentukan dengan campur tangan-Nya. Usaha yang dibangun begitu gigihnya harus menerima kenyataan, karena hanya dalam waktu singkat harus lenyap ditelan bencana. Semua kekayaannya ikut terkena dampak dari musibah itu.

Dengan sisa uang yang ada di saku celana dia pun pulang ke kampung halamannya. Apakah dia menyerah? Ternyata tidak! di kampungnya dia kembali mengawali usahanya, yah.. walaupun kini mejadi tukang tambal ban di pinggir jalan dan orang-orang kampung menyebutnya Mang Ucup.

Semoga sukses lagi ya.. Mang!!!

>> Cerita fiksi dari Sahabat Setandan Aca Suwardasa.

Jumat, 27 Mei 2011

Orang Bijak Terpeleset

Jembatan penyeberangan [google images]
Alkisah ada orang bijak sedang berjalan dengan temannya menyeberangi jembatan kecil sembari berbincang. Orang bijak itu menasehati temannya, beliau berkata "Setiap perbuatan hendaklah diawali dengan pikiran yang matang". Temannya itu hanya mengangguk sambil terus berjalan, tak lama sebelum melewati jembatan orang bijak itu terpeleset dan jatuh ke sungai, sembari berteriak orang bijak menyeru kepada temannya "Tolong aku tidak bisa berenang!!" serunya. Temannya kemudian menjawab "Iya tuan, saya sedang memikirkannya matang-matang!"

Sabtu, 14 Mei 2011

5 Benua Telah Kusinggahi

Kisahku ini hanyalah sebuah cerita penyegar hati dan penyejuk rasa bukan kisah nyata tapi bukan pula suatu khayalan, tentang sesuatu tempat yang aku duduki kini dan aku sebut ini sebagai dunia.

Suatu waktu aku menyeberangi benua dan mengarungi samudera. Bukan maksudnya memasukan samudera ke dalam karung loh… hehehe.. Akupun singgah di 5 (lima) benua yang aku kunjungi.

Jumat, 22 April 2011

Aku dan Ayam

(gambar diambil dari google image)
Cerita ini adalah Fiksi (FIKiran SI penulis) jadi jangan didebatkan ya..

Ketika sedang berjalan aku melihat seekor induk ayam dan beberapa anaknya tengah mencari makan. Saat mereka asyik makan, tiba-tiba datang seekor anak ayam dari induk lain yang entah ditinggal kemana oleh induknya. Anak ayam itu ikut mengambil bagian untuk mendapatkan makanan.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms