Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

Ramahnya Relawan PMI Saat Mudik Lebaran

ilustrasi relawan PMI
Perjalananku mudik saat menjelang lebaran tahun ini tidak seperti yang kebanyakan orang keluhkan dengan terjebak macet yang katanya sampai berjam-jam.

Jalanan tidak sepadat hari sebelumnya, mungkin karena aku baru memulai perjalanan mudik disaat malam takbir atau H-1, jadi perjalananku tanpa harus ikut bermacet ria.

Perjalanan malam hari dengan menggunakan sepeda motor memang butuh persiapan fisik dan mental yang kuat. Beberapa kali aku berhenti untuk meng-istirahatkan badanku juga motor matic ku yang tak bisa tahan lama untuk digeber terus menerus. Setiap 1 sampai 2 jam sekali aku berhenti istirahat untuk mengisi bahan bakar tubuhku maupun sepeda motor yang aku kendarai.

Aku berhenti di beberapa tempat peristirahatan atau posko mudik lebaran yang memang telah disediakan. Ada banyak posko-posko mudik yang disediakan oleh beberapa instansi pemerintah maupun swasta yang turut meramaikan dan melayani para pemudik sepanjang perjalanan.

Dan yang paling aku nikmati adalah posko mudik yang disediakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Tepatnya di kota Pekalongan, saat waktu subuh tiba aku sudah mulai memasuki kota tersebut. Aku memutuskan untuk istirahat setelah melihat ada spanduk besar berlambang PMI (hemm.. sayang aku gak bisa berfoto ria saat itu).

Layanan kesehatan gratis, tempat tidur, makan dan minum gratis, bisa ngopi sepuasnya dan layanan lain yang sangat bermanfaat ketika kita lelah dalam perjalanan. Selain itu ada juga ambulance yang siaga selama 24 jam.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan para relawan, aku pun menyempatkan untuk merebahkan badan untuk memulihkan kondisi fisik.

Sekitar 2 jam aku terlelap di Posko PMI Pekalongan, ketika terbangun aku ditawari kopi hangat oleh para relawan PMI yang begitu ramah melayani tanpa kepalsuan. Hemm... bagi penyuka kopi sepertiku ini benar-benar pelayanan yang menyenangkan.

Tak ada keluhan dari para relawan tersebut dalam melayani para pemudik yang beristirahat di tempat tersebut dan para pemudik pun demikian. Hal itu terlihat dari banyaknya pesan dan kesan positif yang tertulis di buku tamu yang disediakan pihak PMI.

Setiap yang beristirahat dikasih cendera mata dengan simbol PMI yang juga tak sempat aku photo.

Terima kasih Palang Merah Indonesia, SELAMAT LEBARAN ya...

Senin, 10 Juni 2013

Pelayanan Kesehatan Yang Tidak Dijamin KJS

Beberapa hari lalu, saya bersama istri dan anak datang ke Puskesmas terdekat di wilayah Jakarta Timur untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Di puskesmas tersebut ternyata lumayan banyak pasien yang sedang antri untuk berobat dengan memanfaatkan Kartu Jakarta Sehat (KJS).

Sambil menunggu antrian, saya melihat-lihat isi papan pengumuman yang ada di Puskesmas tersebut. Nah, dari situ saya baru melihat beberapa lembar pengumuman yang memang sudah lama terpampang, tepatnya surat edaran dari Dinas Kesehatan DKI tanggal 22 November 2012 No.74/SE/2012 yang ditujukan kepada Puskesmas Kecamatan / Kelurahan perihal Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) KJS.

Bagi warga DKI yang belum tahu, dalam surat edaran tersebut disebutkan, ternyata ada banyak jenis Pelayanan Kesehatan yang TIDAK DIJAMIN oleh KJS, antara lain:
  1. Penduduk Luar DKI Jakarta (tidak ber-KTP DKI Jakarta).
  2. Penduduk yang telah memiliki jaminan kesehatan, seperti JAMSOSTEK, ASKES dan Asuransi kesehatan lainnya.
  3. Pelayanan yang tidak sesuai dengan prosedur dan ketentuan.
  4. Pelayanan dan Perawatan yang berkaitan dengan Kosmetika / Estetika, seperti Tambalan Sinar, Pembuatan Gigi Palsu dan Skaling tanpa indikasi medis.
  5. Pengguguran kandungan tanpa indikasi medis.
  6. Bunuh Diri.
  7. Kecelakaan lalu lintas (ditanggung oleh Jasa Marga).
  8. Pelayanan Kesehatan yang berkaitan dengan kesuburan / Infertilitas.
  9. Pelaku tindak kejahatan.
  10. Pemulasaran Jenazah.
  11. Kacamata, Kursi Roda, Tongkat, Lensa Kontak, Alat Bantu Dengar.
  12. Surat Keterangan Sehat.
Jadi selain yang tertulis di atas, pelayan kesehatan dapat kita peroleh dari Puskesmas dengan program KJS. Untuk informasi lebih lengkap silahkan kunjungi Puskesmas terdekat, semoga bermanfaat.




Sabtu, 18 Mei 2013

Penyuka Kopi Yang Tak Suka Terasi

ilustrasi: nyeruput ngopi
Aku suka kopi tapi tak suka terasi, setidaknya itu yang aku tulis di profil akun twitterku, hubungan kopi sama terasi apa ya? Nggak nyambung? Memang...

Tapi buatku ada sedikit persamaan, kalau suka kopi aku sudah dari kecil, sedangkan tak suka terasi ...? sama dari kecil juga.

Bedanya, aku paling suka kopi buatan Ibu ku juga seduhan istri ku, sedangkan terasi aku tetap nggak suka biarpun yang masak Ibu atau istriku.

Kata orang tua ku dulu, sewaktu kecil aku sudah sering di kasih minum kopi, itu sebabnya dulu juga katanya kalau aku sedang demam tinggi aku nggak sampai kejang-kejang atau step. Ini mitos atau memang benar ya?

Untuk membuktikannya, aku pun melakukan hal yang sama, aku sering kasih minum kopi anak-anakku, tapi nggak banyak-banyak.

Dan pernah suatu hari anakku yang pertama demam tinggi sampai lebih dari 40 ºC, dengan kondisi panas seperti itu anakku memang tidak kejang-kejang dan hebatnya lagi, dia masih sanggup berjalan kaki ketika aku ajak ke Rumah Sakit untuk diperiksa keadaannya. Apa itu karena ada pengaruh dari kopi? Mungkin karena sugesti. Eh, tapi ngasih kopi nya bukan sewaktu panas tinggi loh!

Nah, kalau soal terasi aku nggak pernah diceritain sama ortu ku, cuma pernah sewaktu tak sengaja aku makan dengan sambal terasi, tiba-tiba aku alergi dan gatal-gatal pada kulitku, mungkin itu yang membuatku akhirnya tidak suka terasi.

Aku percaya, apapun makanan dan minuman yang kita konsumsi tentu ada manfaat dan mudarat nya. Jika bermanfaat buat tubuh tentu tidak menjadi penyakit, tapi jika menjadi mudarat sebaiknya memang dijauhi, apalagi berlebihan.

Minggu, 04 November 2012

Karena Suka

Beberapa hari ini aku sering merasa kurang enak badan, aku sadar mungkin karena aku lama nggak olahraga. Rasa pegal, otot-otot terasa kaku, pokonya aku merasa benar-benar drop.

Sudah dua kali badan diurut dalam seminggu ini, oleh tukang urut (tukang pijat) yang berbeda, tapi masih saja terasa ada yang kurang beres dengan kondisi fisikku. Dan semalam aku batal diurut untuk yang ketiga kalinya oleh sahabat baikku, Ponco, ketika sedang ngumpul-ngumpul di Basecamp SetandanPisang Rawamangun. Dia (Ponco) memang dapat dibilang baru mulai bisa mijit belum lama ini (sepengetahuanku), atau mungkin aku saja yang nggak tau kalau dia sebenarnya sudah lama dan biasa mijit, yang jelas pernah satu kali aku dipijit olehnya dan terlihat sangat profesional.

Aku batal dipijit semalam bukan tanpa alasan, oleh sebab ada Pak Yanto yang mengajakku main catur, akhirnya aku lebih memilih mengiyakan untuk main catur daripada diurut lebih dulu. Aku memang suka main catur walaupun lebih sering kalah daripada menangnya, tapi karena dasarnya suka tetap saja aku serius dalam permainan itu, sampai-sampai lupa waktu kalau sudah didepan bidak catur, seandainya nggak terdengar suara adzan shubuh di Musholah samping Basecamp, mungkin permainan yang aku mainkan berdua saja dengan Pak Yanto  dari mulai sore itu belum berhenti.

Memang, sebagian orang ada yang menganggap permainan catur itu hanya membuang-buang waktu, tapi bagi sebagian yang lain mungkin akan berbeda juga dalam menanggapinya.

Aku teringat ketika ada salah satu temanku yang bilang "Lah wong kayu kok dipikiri (Cuma kayu kok dipikirin)" tetapi ketika itu pula aku sempat termenung sewaktu salah satu temanku yang lain menimpali "Catur ini bukan sekedar kayunya tapi hayu-nya, itu yang mesti dipikiri" (=bahasa arab hayu artinya hidup).

Ya, apapun itu, bila seseorang yang memiliki suatu kesenangan tentu karena dia juga memiliki alasan tersendiri yang menurutnya sudah benar. Seperti halnya aku yang karena keasyikan main catur sampai lupa kalau sebenarnya badanku yang sedang kurang fit perlu diurut. Setelah permainan catur berakhir aku mulai terasa kembali badanku yang pegal-pegal.

Pijitin dong hehe... 

Rabu, 26 September 2012

Perempuan Lebih Mudah Kesurupan

Ada pertanyaan menarik saat saya dan kawan-kawan sedang ngobrol dan berkumpul di basecamp setandanpisang. Kenapa masih ada kesurupan masal? Kenapa yang kesurupan kebanyakan kaum perempuan? Dan kenapa kesurupan ini sering terjadi di sekolah-sekolah?

Di jaman sekarang ini, dimana kebanyakan orang berfikir rasional dan lebih mengutamakan logikanya masing-masing. Ketika ada kasus, seperti; kesurupan, tentu menjadi sangat beragam dalam menanggapinya.

Kenapa bisa kesurupan secara masal dan kenapa lebih sering terjadi pada kaum perempuan?
Kalau dari dua pertanyaan ini mungkin bisa dianalisa dan diambil suatu kesimpulan, karena kaum perempuan memang lebih mudah dalam mempengaruhi atau mengikat orang lain atau benda yang ada disekelilingnya, ketimbang laki-laki. Selain itu perempuan memiliki saraf penghubung antara otak kanan dan kiri yang lebih banyak dan sama besar, sehingga bagi perempuan yang kurang terlatih terkadang akan kesulitan untuk membedakan mana yang logis dan mana yang khayal, hal inilah yang membuat perempuan juga mudah dipengaruhi.

Tetapi mengapa sering terjadi di sekolah-sekolah? 
Kalau alasannya tempatnya menyeramkan, bukankah lebih banyak tempat yang lebih menyeramkan dari pada sekolahan, atau mungkin yang menyeramkan itu adalah guru-guru yang dianggap killer.

Sekolah merupakan salah satu tempat yang bukan hanya untuk mengasah otak namun juga untuk mengasah jiwa dan mental siswa. Apabila suasana di lingkungan sekolah kurang baik, maka bisa mempengaruhi perkembangan mental dan jiwa siswanya.

“Kalau tempat seperti sekolahan, yang dalam sehari lebih banyak waktu dimana kelas atau sekolah itu kosong dari pada proses belajar mengajarnya, itu menjadi kurang baik, karena suasana kelas atau sekolah menjadi dingin”, kata salah satu sahabat setandan sewaktu menjelaskan kenapa justru sering terjadi kesurupan di sekolah. “Coba bandingkan, bila kita memasuki lingkungan yang jarang dihuni dengan yang selalu dihuni sudah tentu suasananya berbeda, tempat yang selalu dihuni memiliki suasana yang hangat. Dan di sekolahan membutuhkan suasana yang hangat”, lanjutnya.

Tapi saya kira bukan karena alasan itu sehingga pemerintah akan manambah waktu atau jam pelajaran di sekolah-sekolah kan? Hihihi…


Jumat, 21 September 2012

Jajanan di Sekolah

Malam itu anakku menangis tidak seperti biasanya, merintih sambil tangannya terus memegangi pipi. Anakku sakit gigi, ada lubang di gigi gerahamnya yang menyebabkan badannya panas, ditambah juga tenggorokannya sakit dengan amandel yang membengkak.

Melihat hal itu, segera aku carikan obat untuk mengurangi rasa sakit yang sedang dideritanya.

Aku sempat terkejut, selama ini aku selalu rewel pada anakku supaya mengurangi jajan dan menggosok gigi setiap kali sehabis memakan jajanan, seperti; permen, coklat, es krim dan makanan ringan lainnya yang suka dibeli dari pedagang yang sering keliling lewat depan rumah. Tapi kalau beli jajanannya di sekolah?

Ya, kalau beli jajanannya di sekolah memang kami kurang bisa control. Terkadang aku juga jengkel kalau melihat ada pedagang jajanan untuk anak-anak yang tidak memperhatikan kadar gizi atau nutrisi pada makanan yang dijualnya. Jajanan seperti itu masih banyak dijumpai di kantin sekolah.

Berbeda sewaktu aku dulu sekolah SD, cukup dengan uang 25 (dua puluh lima) rupiah saja aku sudah bisa mendapatkan 2 bakwan plus satu lontong, yang jelas itu makanan yang sehat. Sangat jauh memang bila dibandingkan dengan nilai uang dan mutu jajanan sekarang ini.

Aku sedang browsing tentang jajanan yang baik untuk anak-anak ketika kemudian menemukan berita tentang adanya program “Chef goes to school”. Program yang dikembangkan oleh Philips dari ide-ide orang tua yang khawatir soal makanan dan minuman yang biasa  dibeli di sekolah.

Program yang dilahirkan dari ide Bunga Sirait, pemenang The ‘+’ Project untuk kategori hidup sehat, sedang merealisasikan dalam bentuk pelatihan gizi dan memasak di sekolah-sekolah. "Banyak orang tua, termasuk saya, sering khawatir tentang makanan dan minuman yang bisa dan biasa dibeli di sekolah, saya berpendapat bahwa program yang mendorong penyediaan  makanan bergizi perlu diadakan di sekolah" kata Bunga.

Aku tentu menyambut gembira dengan adanya program itu, semoga nanti di sekolah anakku juga diadakan pelatihan itu.




Selasa, 15 Mei 2012

Buah Yang Memiliki Banyak Manfaat

Dengan sering adanya pertanyaan dari teman-teman tentang kenapa aku menamakan blog ini setandanpisang, aku sebagai admin sebenarnya sering menjelaskan. Tapi, baiklah... kali ini aku ingin berbagi tetang manfaat buah yang namanya aku jadikan nama blog ini, semoga bermanfaat.

Manfaat dari mengkonsumsi buah pisang bagi tubuh:
- Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori dan kaya mineral seperti kalium, magnesium.

- Sebagai sumber tenaga, pisang dapat dicerna dengan mudah, zat gula yang terdapat pada buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga secara cepat, dan itu bagus dalam pembentukan tubuh, untuk kerja otot dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah.

- Sangat bermanfaat sebagai pengontrol berat badan. Selain mempunyai peranan dalam penurunan berat badan, buah pisang juga dapat dikonsumsi untuk menaikkan berat badan.

- Sangat dianjurkan bagi penderita Anemia, dengan dua buah pisang yang dimakan setiap hari cukup membantu proses penyembuhan karena buah ini mengandung zat besi (Fe) yang tinggi.

- Pisang yang dicampur susu cair atau dimasukkan ke dalam segelas susu cair dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Buah ini juga dapat direkomendasikan untuk obat sakit perut dan kholik untuk menetralkan keasaman lambung.

- Bagi penderita penyakit lever sangat baik mengonsumsi dua buah pisang ditambah satu sendok madu, akan membantu menambah nafsu makan dan membuat kuat.

- Ada beberapa jenis pisang yang juga bermanfaat bagi penderita diabetes, seperti jenis pisang goroho yang belum matang dikukus dan dicampur kelapa parut muda, merupakan makanan tambahan bagi orang yang menderita penyakit gula.

- Buah pisang juga disarankan untuk para wanita hamil karena buah ini memiliki kandungan asam folat, yang mudah diserap oleh janin melalui rahim, namun harus sesuai aturan dan jangan berlebihan.

- Untuk kecantikan wajah, bubur pisang dapat dicampur dengan sedikit susu dan madu, dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin.

- Manfaat lain dari pisang adalah daun pisang yang memiliki sifat obat, dapat meredakan sakit karena gigitan serangga beracun dan iritasi kulit. Daun ini populer dengan sebutan penghapus alami. Dengan cara dioles, abu daun pisang yang dicampur dengan minyak kelapa juga mempunyai pengaruh mendinginkan kulit.

Dan masih lebih banyak lagi manfaat yang terkandung di dalam buah pisang. Beberapa manfaat buah pisang yang tertulis pada postingan ini merupakan kutipan dari berbagai sumber yang dapat dipercaya dan sudah dilakukan riset.

Selasa, 06 September 2011

(GoVlog - Umum) Wisata Sepeda

Siang yang terik di Jl. Raya Purwakarta membuatku memutuskan untuk berhenti di warung es kelapa muda, di bawah Jalan Tol Cipularang. Tidak selang lama beristirahat, disusul pula oleh para pengguna jalan lainnya yang berhenti di tempat itu. Perjalanan balik setelah mudik lebaran tahun 2011 ini, dari Solo menuju Jakarta dengan menggunakan sepeda motor memang cukup melelahkan.

Ada yang membuatku tertarik dalam perjalanan saat melihat ada serombongan orang bersepeda gowes ikut mampir di warung tempatku minus es kelapa. Beberapa pria paruh baya memarkirkan sepedanya, mereka menamakan dirinya ATROK, yang berkeliling wisata dengan menggunakan sepeda. Atrok sendiri berarti tamasya atau melancong.

Komunitas sepeda wisata Atrok menurut saya sangat unik karena beranggotakan kakek-kakek yang rata-rata berumur 50-60 tahun. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Waduk Jatiluhur, salah satu tempat wisata di Kabupaten Purwakarta. “Kami sudah berkeliling ke tempat-tempat wisata di kota Bandung, Kuningan, Cianjur, Sukabumi sampai ke pegunungan Dieng di Wonosobo” kata Yaman alias Orok, 63 tahun. Menurut Pak Yaman jumlah anggota Atrok ada belasan orang dan semuanya sudah paruh paruh baya. “Anggota kami yang paling muda namanya Pak Endang, umurnya 47 tahun” sahut Adah Dahlan, 53 tahun.

Saya kemudian asyik mendengar cerita-cerita wisata mereka dengan sepedanya. Berwisata sepeda selain mengisi liburan juga merupakan olah raga yang baik untuk kesehatan. Mereka kembali mengisi libur lebaran ke Waduk Jatiluhur setelah sebelumnya di awal bulan ramadhan bersepeda ke tempat-tempat wisata di daerah Cirebon.
Dari kiri: Atep, Endang, Adah Dahlan, Yaman.
Dari kiri: Deni, Atep, Yaman, Adah Dahlan dan Trisnoaji.

Tidak ada persiapan khusus ketika mereka berwisata sepeda, hanya dengan niat dan tekad yang bulat mereka melakoni wisata sepeda ditambah bekal secukupnya. “Karena saya sudah tua, dengkul saya terasa lemas, makanya saya minta berhenti disini mas, sambil minum air kelapa muda biar seger” kata pak Yaman. Perjalanan mereka baru berhenti sekali dari mulai start di daerah Tanjungsari-Cangkuang sekitar 20 Km dari Kota Bandung, kampung mereka berasal.

Pertanyaan-pertanyaan saya yang begitu penasaran membuat mereka bertanya, “Mas wartawan ya? Kok setiap kami jawab, mas tulis di kertas” kata pak Atep. “Hehee.. bukan pak! Kebetulan Handphone saya batrenya drop jadi tidak bisa nulis di twitter” jawab saya. “Twitter itu apa ya mas?” kata pak Yaman. “Itu loh.. yang di internet kayak pacebok” sahut pak Endang. “Ohh.. maklum saya nggak ngerti yang namanya internet-internetan hehe..” kata pak Yaman. Saya tersenyum melihat canda tawa mereka. Kemudian sayapun meminta ijin untuk tulisan-tulisan dari cerita mereka yang hendak saya input di blog SetandanPisang.com

“Kalau masih ada umur, mudah-mudahan bulan depan kami semua bisa berangkat ke Madura dengan bersepeda” kata Atep, 53 tahun, sebelum melanjutkan perjalanannya. Mereka pun mengundang saya main ke kampung mereka kalau saya jalan-jalan ke Bandung.

Saya sempat berpikir, semangat luar biasa yang mereka miliki, mungkin karena sudah tua, harus pandai menjaga kesehatan. Dengan bersepeda wisata selain membuat badan sehat juga membuat otak segar dengan berkunjung ke tempat-tempat wisata.

Hati-hati di jalan ya pak, selamat ber-atrok dan bersepeda ria, semoga selamat sampai tujuan, kapan-kapan saya sempatkan mampir ke kampung bapak sekalian.

--

Komunitas Sepeda Wisata “ATROK”
Alamat:
Kp. Cirengit, Rt: 001/02 Tanjungsari
Cangkuang, Bandung - Jawa Barat.



Selasa, 02 Agustus 2011

Sehat Karena Puasa

Ditinjau dari segi kesehatan, puasa memiliki hikmah yang luar biasa, terbukti dapat menambah jumlah sel darah putih yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyeimbangkan kadar asam dan basa, memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh dan meningkatkan fungsi organ tubuh.

Cara yang benar dalam merubah kebiasaan sebelum puasa dengan saat berpuasa akan menjadikan tubuh kita terhindar dari sakit. Berikut sedikit tips yang dilakukan saat berpuasa:
  • Perbanyak minum air putih pada malam hari untuk menghindari dehidrasi.
  • Konsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin dan mineral, agar tubuh tetap bugar.
  • Makan sahur secukupnya, jangan terlalu kenyang, perbanyak makanan yang mengandung serat.
  • Olah raga dapat dilakukan pada sore hari menjelang berbuka puasa.
  • Berbukalah dengan yang ringan dan manis, apabila makan dengan porsi lebih sebaiknya dilakukan setelah maghrib.
Puasa dianjurkan bukan hanya didalam syariat suatu agama saja, namun telah banyak anjuran dari berbagai pakar medic maupun magic. Kaidah yang terkandung di dalam puasa memiliki banyak manfaat yang merujuk pada segi kesehatan, baik sehat secara lahiriyah maupun bathiniyah.

Kamis, 09 Juni 2011

Obat itu dekat dengan penyakitnya

daun mengkudu
Khasiat Daun Mengkudu (pace).
Obat-obatan itu ada di sekitar kita, “dimana ada penyakit disitu pasti ada obatnya” kata yang tidak pernah aku lupakan, hal itulah yang ingin aku ceritakan tentang pengalamanku dengan khasiat daun pace (mengkudu).

Daun pace (mengkudu) 9 lembar dicuci memakai air hangat  lalu diperas untuk diambil sarinya, berguna untuk mengobati sakit TB (flek paru-paru) bagi penderita usia anak-anak.

Cerita dari pengalamanku begini :
Waktu itu aku berkunjung ke basecamp SetandanPisang di Jl. Pisangan Lama 3 Rawamangun Jakarta Timur, dengan wajah kusut yang tak bisa aku tutup-tutupi, aku sampaikan keluhanku pada kawan-kawan setandan. Aku bercerita kalau baru saja pulang dari Rumah Sakit swasta di kawasan Pulomas Jakarta Timur, setelah melakukan kontrol rutin anakku yang terkena penyakit TB (flek paru-paru).

Aku baru saja datang dan menyampaikan ceritaku tentang kondisi anakku, kawanku langsung menyuruhku pulang. “Pulanglah ke rumahmu, cari pohon pace di sekitar rumahmu, petik daunnya sembilan lembar, dicuci, peras lalu ambil airnya dan minumkan ke anakmu, sehari sekali selama tiga hari” kata kawanku. Aku langsung jalan pulang ke rumah dan kuturuti saran kawanku.

Sebelumnya, enam bulan lamanya anakku harus menjalani  pengobatan yang tidak boleh berhenti seharipun, setiap kuminumi obat aku selalu sedih, betapa tersiksanya anakku ini. Setelah selesai jangka waktu yang disarankan untuk minum obat oleh dokter spesialis anak, kembali kuajak anakku kontrol untuk melakukan tes radiologi. Hasil yang aku dapat sungguh membuatku tambah sedih karena dokter bilang “Kondisi anak bapak sudah membaik tapi belum benar-benar sembuh” . “Untuk penderita anak-anak memang terkadang demikian, beda dengan penderita dewasa yang bisa sembuh total” lanjutnya.

Betapa bodohnya aku yang tak bisa menjaga anakku, hal itu yang sering terlintas di pikiranku.  Tetapi sekarang anakku sudah sembuh karena saran kawanku, aku ikuti caranya mengobati penyakit TB yang pernah menimpa anaknya juga dan sekarang sudah sembuh total. Tentunya aku memastikan dari hasil test radiologi yang telah diperiksa dokter.

Demikian pengalaman ini mudah-mudahan bermanfaat.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms