Tampilkan postingan dengan label Syair dan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syair dan Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Kidung: Pepeling (bag.2)

Wong jujur digawe ajur
Wong tulus malah digerus
Wong bekti tansah dipepeti
Wong mukti mumet dibeteti

Iki pancen jaman edan
Wus kaserat pujangga wikan
Tangise umat tambuh nalongso pisan
Sandang pangan mung kari koretan

Tundane jagad jamadi umrik sengit
Meruhi priyagung kang podo kakehan anggit
Pakartine podo ngungkuli demit, Ngumbar janji sundul langit
Kasunyatane rakyat mung nampa pait

Jagad jamadi nuli kubro
Ora lilo nyunggi kang watak angkoro
Budi pakarti utomo malah kasiyo-siyo
Geni angin banyu bumi rempeg suloyo

Iki pambukane goro-goro
Jagad jamadi mbeko suloyo
Dadi satruning sakehing jalmo
Jalmo kang wus ilang sifating manungso

Eling-eling pameling maniro
Enggal balio angejowo

Jowo ateges ngerti asaliro
Jowo ateges ngerti toto kromo lan agomo
Jowo ateges ngerti tepo sliro
Jowo ateges saguh ngalakoni budi pakarti kang utomo

(Mandor Klungsu)


Senin, 21 Oktober 2013

Jangan Anggap Sepele Rayuan

Emm.... Admin bermaksud menulis tentang berbagai manfaat dari rayuan, tetapi lagi menunggu dirayu dulu ...

****

Jenis-jenis rayuan yang sering kita temui dapat dibedakan menjadi 4 macam:
1. Rayuan dengan kata-kata
2. Rayuan dengan sikap
3. Rayuan dengan pemberian
4. Rayuan dengan sentuhan fisik

Rayuan dengan kata-kata, seperti ungkapan kata-kata manis seseorang kepada kita, bisa itu semacam janji-janji manis, pujian atau ucapan seseorang yang membuat kita merasa bangga atau bahkan terbuai ketika hal itu ditujukan pada kita.

Rayuan dengan sikap, bisa kita lihat ketika ada seseorang berusaha mencari perhatian dengan tingkah lakunya yang membuat kita senang. Contoh: Seorang wanita yang merayu pria dengan cara berdandan atau bermanja-manja.

Rayuan dengan pemberian, biasanya si perayu akan berusaha memberikan sesuatu yang bisa membuat orang yang akan dirayu itu senang. Seperti ketika seorang pria tahu jika wanita yang disukainya itu menyukai bunga kemudian si pria memberi sekuntum bunga padanya.

Rayuan dengan sentuhan fisik, bisa dilakukan dengan tangannya atau melalui kecupan, seperti memegang tangan pasangan dengan mesra dan menciumnya.

Ketika kita mendengar, melihat dan merasakan bagaimana jika kita sedang dirayu oleh orang lain tentu kita dapat menyimpulkan apa sih yang kita dapati dari rayuan itu.

to be continued..



Sabtu, 28 September 2013

Mengulang Kembali

Teringat ketika seorang sahabat yang pernah bicara padaku, dia bilang "apa yang kita jalani ini hanyalah mengulang-ulang saja, yang berbeda mungkin hanya takarannya saja". Aku pun merenung.

Setelah aku ingat-ingat, sepertinya aku pun pernah menuliskan itu dalam sebuah puisi Arti Sebuah Nama, yang aku tulis dalam sebuah posting gambar, isinya:
Selama dunia terus berputar
Urusan dan problema akan terus ada
Tak kenal manis ataupun pahit
Rasa manis dan pahit hanyalah ungkapan
Ibarat siang dan malam
Selalu datang silih berganti
Namun semua itu tidaklah kekal
Orang istiqomah yang sanggup menjalani

Alangkah bahagianya bisa memahami
Jalan hidup masih terbentang
Ikuti arah yang telah digariskan
Hemmm, ini akan menjadi pengingat dalam setiap langkahku.. Terima kasih sahabat, engkau telah mengingatkan aku.


 #PuisiLama

Minggu, 22 September 2013

[Puisi] Yang Pernah Terlupakan

Mungkin awalnya aku yang mencarimu,
Mungkin awalnya kamu yang mencariku,
Karena tanpa sadar kita telah menunggu lama,
Karena tanpa sadar kita telah mengenal sebelumnya.

Ketika waktu menjawab, kita dalam keadaan bimbang,
Ketika waktu menjawab, kita dalam keadaan ragu,
Karena kita memandang masa yang akan datang,
Karena kita memandang masa yang telah lalu,

Kemudian langkah itu perlahan mulai menapak,
Kemudian langkah itu terus maju merangkak,
Jalan pun nyata terbuka dan terarah,
Jalan pun nyata dan yakin tak salah,

Seolah ada yang mengarahkan,
Seolah ada yang memudahkan,
Jalan pun terlihat semakin terang,
Jalan pun terlihat semakin lapang,

Walau kerikil-kerikil kecil membuat kaki terasa pegal,
Walau rambu-rambu kadang sulit dipahami,
Tapi itu tak membuat kita terjegal,
Tapi itu kita anggap hiasan cerita yang alami.

bersambung...

Selasa, 23 April 2013

Ditinggal Kekasihnya

Ilustrasi
"Setelah sekian lama aku mencarimu, akhirnya kutemukan dirimu.
Namun semua telah berubah, kau telah menjadi milik orang lain.
Tak mungkin lagi aku dapat menyentuhmu, memeluk erat seperti yang dulu.
Hati, Cinta dan hidupmu bukan untukku lagi.

Mungkinkah masih ada sebutir kenangan indah, dimasa lalu tentangku di hatimu.

Waktu telah berputar, namun rasa itu tetap bersemayam di hatiku.
Entah mengapa harus aku simpan semua ini begitu lama.
Seharusnya sudah aku buang jauh kenangan itu.
Karena tak mungkin lagi kita bersama.

Ingin kudekati dirimu, tapi aku takut tak mampu melepaskanmu.

Aku tak mengerti mengapa aku begitu berat menghapus semua tentangmu.
Semakin kucuba melupakan mu, tapi bayang-bayang mu semakin melekat.
Masih tersusun rapi dalam sanubariku, semua kenangan bersamamu.
Sadar tak seharusnya begini, tapi tanpamu semakin terasa berat.

Biarlah kusimpan semua dihati, sampai kapanpun, karena aku tak ingin kau pergi."

***

Jakarta, 23 April 2013. Sebelumnya sudah ada ijin, saat memutuskan untuk menuliskannya. Sengaja aku menuliskan ini, walaupun isi dan kata-katanya biasa saja, tapi mampu membuat mataku berkaca-kaca. Mungkin karena kata itu datang dari relung hatinya atau mungkin karena keluar dari bibir seorang wanita.

Jumat, 19 Oktober 2012

Kidung: Pepeling

Sigra kawedhar lan kababar
Kang kawedhar babagan samar
Lamun kababar, koyo-koyo ora tinemu ing panalar
Tirta satetes nyidem geni sakarang kobar

    Tangise rakyat uwus sundul tumekaning langit
    Nanging nayakaning praja malah podo kakehan anggit
    Rebut kuasa numpuk banda ngeruk duwit
    Nemahi kahanan negara dadi tambah remit lan wingit

Wusanane Hyang Wenang ngutus wadya bala langit
Nyirep kobar pokaling manusa kang wus kanjingan demit
Mbabar ngudari kahanan kang remit
Mbabar mbengkas babagan kang wingit
Kang dipun pandegani satria piningit

    Satria piningit katitik pujangga
    Caraka kang datan suwala
    Mengku reh sangang kedaton patrap prasoja
    Ngregem rusianing awang-awang lan pratala
    Biso lungguh ing telenging lang-lang buwana


Kidung dari Sahabat: B. Kromodongso

Kamis, 18 Agustus 2011

Status Facebook Sahabat

Terkadang aku tertawa geli dan suka senyum-senyum sendiri kalau sedang melihat timeline facebook teman-temanku. Ada yang sedang galau dan pusing dengan pekerjaannya, ada yang sedih karena ditinggalin pacarnya, ada yang gembira karena dapat gebetan baru dan masih buanyak lagi hal-hal yang menurut mereka perlu dishare di halaman facebook nya.

Boleh-boleh saja sih dan tak ada yang melarang kita mau tulis apa saja di timeline facebook kita yang penting nggak ngacak-ngacak timeline orang lain.

Tapi, kadang aku jadi sebel kalau melihat ada yang berantem di timeline facebook dengan tulisan-tulisan yang nggak pantes tapi dishare. Harus kita pahami bahwa facebook atau aplikasi sejenisnya itu merupakan jejaring sosial atau dalam bahasa lain social network, jadi yang namanya sosial itu seperti apa?

Melek teknologi itu nggak sekedar kita bisa buka dan pakai, tapi juga mesti tahu dan melek fungsi dari teknologi tersebut.

Nah, dari beberapa isi timeline facebook teman-teman, ada nih yang membuat aku tertarik untuk membacanya. Berisi puisi kegalauan sahabat pada lingkungan sekitarnya ini membuatku senyum-senyum sendiri loh... menurutmu?




Kehadiran Cinta (18-08-2011 at 02:05am)
Cinta tak kan pernah pudar
Cinta akan selalu ada dimana-mana
Cinta sama arti dengan ihlas
Karena cinta hadir dengan apa adanya



Deru Jalanan (18-08-2011 at 02:24am)
Kesedihan menghiasi pinggiran jalan
Bersahabat dengan debu, panas dan dingin
Hanya demi suapan tawa dan canda
Namun banyak yang tak sadar akan banyak membutuhkan pelukan
Kemanakah kepeduliannya?


Nikmat dan Dosa  (18-08-2011 at 02:29am)
Jeritan akan kenikmatan selalu ada
Rela melepas hanya demi cinta
Tak sadar akan terjerumus hidupnya
Walau diatas kenikmatan tapi tak jauh dari dosa


dikutip dari status facebook Sahabat Setandan: http://facebook.com/satyaajikrisnanto

Senin, 20 Juni 2011

Saat Jiwa Membelai Raga

Terbatuk-batuk kupaksa ragaku bertahan
Diiringi irama nafas tak beraturan
Jeda ingus menutupi hidung
Merintih dari sehat yang tersandung

Ragaku tertatih menahan beban
Nyeri itu semakin tak tertahan
Menusuk hingga menembus tulang
Terasa sempit hati yang lapang

Jiwa mulai membelai raga
Beri obat pada yang luka
Menasehati dengan suara lembut
Menutupi dengan hangatnya selimut

Adakah obat paling mujarab
Saat hati dan pikiran pengap
Selain jiwa yang menuntun
Melintasi setiap luka apapun

by: trisnoaji

Senin, 23 Mei 2011

Arti Sebuah Nama

corat-coret di badan sendiri

Jumat, 22 April 2011

Bercinta

Duhai dzat nan bertahta di singgasana sukma
Baluri jiwa dengan cinta
Setubuhi raga dengan rasa
Agar aku dapat melahirkan bintang dari rahim suci

      Bukan bulan yang nampak mempesona
      Tapi terlahir dari kemaluan
      Bukan mentari yang nampak menerangi
      Tapi terlahir dari nafsu birahi


(Aca)
____________________________________________________

Aku dan Diri-Mu

Wahai pujaan hati...
Di dalam lidahku ada nama-Mu
Di dalam telingaku ada suara-Mu
Di dalam hidungku ada aroma-Mu
Di dalam mataku ada pandangan-Mu

      Wahai pujaan hati...
      Di dalam tanganku ada genggaman-Mu
      Di dalam kakiku ada langkah-Mu
      Di dalam tubuhku ada dzat-Mu
      Di dalam tingkahku ada sifat-Mu

Wahai pujaan hati...
Di dalam Syirku ada kenikmatan-Mu
Di dalam jiwaku ada bayangan-Mu
Di dalam hatiku ada ruh-Mu
Di dalam hidupku ada kuasa-Mu

(Aca)
___________________________________________________

Kusebut Nama-Mu

Kusebut Nama-Mu...
Pada kedalaman sukma
Menggema bak hardik sang raja murka
Menggedor dinding raga membangkitkan hati yang nyaris mati
      
       Kusebut Nama-Mu...
       Diantara gemuruhnya suara kehidupan
       Meski tak terdengar namun mampu mendongkrak rasa
       Tuk terangi jiwa

Kusebut Nama-Mu...
Pada setiap waktuku
Saat duduk dan berdiri
Saat tidur dan dalam mimpi

       Kusebut Nama-Mu...
       Hingga aku tak lagi mampu
       Membedakan antara Kau dan aku

Kusebut Nama-Mu...
Kusebut Nama-Mu...
Kusebut Nama-Mu...

(Aca)
_____________________________________________________

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms