Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Mei 2013

Menjunjung Langit

ilustrasi: bunglon beradaptasi
Sewaktu aku menyampaikan niat untuk menambah ornamen yang mencirikan budaya betawi pada bangunan rumahku, istri sempat bertanya, "Pa, kita kan orang jawa, kenapa harus ngikuti model betawi? kenapa nggak model seperti rumah jawa?"

Aku bilang, "Mama, pasti pernah denger istilah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung, kan?" Kuperhatikan, istriku mencoba mengingat. "Nah, itu yang ingin kita terapkan, karena kita tinggal di Jakarta", lanjutku mencoba memberi penjelasan.

Coba kita perhatikan, bangunan-bangunan masjid yang dibuat oleh para wali sanga di tanah jawa, apakah seperti model masjid di tanah arab? Beda kan? Mengapa tidak membangun masjid seperti model masjid di arab? Hal itu karena dulu para wali sanga itu juga mengedepankan istilah dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung. Makanya perkembangan islam dahulu mudah diterima oleh masyarakat.

Ciri-ciri Masjid yang dibangun para wali pada umumnya, seperti Masjid Demak atau Masjid Sunan Gunung Jati bentuk bangunannya menyesuaikan tradisi masyarakat dan lingkungan sekitar, tidak selalu ada kubah masjid yang berbentuk setengah lingkaran diatas atap masjid seperti di tanah arab. Itu merupakan bentuk adaptasi dan memiliki tingkat toleransi yang tinggi.

Boleh saja kita mencirikan jati diri kita di tengah-tengah lingkungan atau masyarakat sekitar, asal itu tidak merugikan diri kita dan orang lain. Tetapi kalau beradaptasi dengan lingkungan itu lebih baik kenapa enggak? dan yang lebih penting adalah sesuatu yang kita lakukan bukan karena hanya meniru-niru atau ikut-ikutan saja tanpa tahu apa yang sebenarnya kita perbuat.




Kamis, 16 Mei 2013

Bentuk Ornamen Pada Rumah Betawi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akan mewajibkan setiap bangunan yang ada di Jakarta untuk menonjolkan ornamen-ornamen yang mencirikan budaya betawi, lalu seperti apa sih ornamen betawi itu?

Jika dilihat dari rumah adat, kita mengenal ada tiga jenis rumah adat betawi, yaitu: Rumah Gudang, Rumah Bapang (Rumah Kebaya) dan Rumah Joglo. Nah, dari ketiga jenis rumah yang berbeda-beda itu sebenarnya apa yang menjadi persamaan pandangan bahwa itu merupakan rumah betawi?

Jawabannya adalah terletak pada ornamennya. Dari ketiga jenis rumah adat betawi, ada satu persamaan yang mencirikan bangunan itu sebagai rumah adat betawi, yaitu terletak pada ornamen lisplang gigi balang.

Jika diperhatikan dari bentuk lisplang gigi balang juga ada sedikit perbedaan walaupun tidak terlalu mencolok perbedaannya.

Berikut beberapa bentuk lisplang gigi balang yang terdapat pada rumah-rumah betawi:


Menurut beberapa budayawan betawi, lispang gigi balang yang terdiri dari bentuk segitiga dan bulatan itu memiliki makna kejujuran, keberanian, keuletan dan kesabaran.

Dan mungkin masih banyak lagi model dan bentuk lisplang yang mencirikan ornamen betawi, seperti: ornamen pucuk rembung, ornamen bunga cempaka, ornamen swastika (motif china) dll. Bagi yang bisa menambahkan silahkan dishare ya...


Kamis, 31 Januari 2013

Renovasi (bag.1)

Hampir sebulan aku mengisi kesibukan disela-sela waktuku dari pulang kerja sampai larut malam untuk membenahi rumah, banyak hal dan selalu ada saja yang dikerjakan, memang tidak sendirian, ada dua tukang yang turut membantu merapikan.

Aku memang lulusan STM jurusan Bangunan Gedung, dulu sekolah di STM Yayasan Wongsorejo Gombong, mengenai praktek di lapangan aku memang tidak seterampil tukang yang memang sudah berpengalaman dibidangnya, tetapi sedikit banyak aku bisa mengikuti dan mempraktekkan apa yang sudah pernah aku pelajari sewaktu di sekolah. Walaupun tangan sering kegetok palu dan bengkak-bengkak tapi rasa puas dengan hasil karya sendiri itu dapat mengobati rasa sakit.







 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms