Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indonesiaku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Agustus 2014

Ramahnya Relawan PMI Saat Mudik Lebaran

ilustrasi relawan PMI
Perjalananku mudik saat menjelang lebaran tahun ini tidak seperti yang kebanyakan orang keluhkan dengan terjebak macet yang katanya sampai berjam-jam.

Jalanan tidak sepadat hari sebelumnya, mungkin karena aku baru memulai perjalanan mudik disaat malam takbir atau H-1, jadi perjalananku tanpa harus ikut bermacet ria.

Perjalanan malam hari dengan menggunakan sepeda motor memang butuh persiapan fisik dan mental yang kuat. Beberapa kali aku berhenti untuk meng-istirahatkan badanku juga motor matic ku yang tak bisa tahan lama untuk digeber terus menerus. Setiap 1 sampai 2 jam sekali aku berhenti istirahat untuk mengisi bahan bakar tubuhku maupun sepeda motor yang aku kendarai.

Aku berhenti di beberapa tempat peristirahatan atau posko mudik lebaran yang memang telah disediakan. Ada banyak posko-posko mudik yang disediakan oleh beberapa instansi pemerintah maupun swasta yang turut meramaikan dan melayani para pemudik sepanjang perjalanan.

Dan yang paling aku nikmati adalah posko mudik yang disediakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Tepatnya di kota Pekalongan, saat waktu subuh tiba aku sudah mulai memasuki kota tersebut. Aku memutuskan untuk istirahat setelah melihat ada spanduk besar berlambang PMI (hemm.. sayang aku gak bisa berfoto ria saat itu).

Layanan kesehatan gratis, tempat tidur, makan dan minum gratis, bisa ngopi sepuasnya dan layanan lain yang sangat bermanfaat ketika kita lelah dalam perjalanan. Selain itu ada juga ambulance yang siaga selama 24 jam.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan para relawan, aku pun menyempatkan untuk merebahkan badan untuk memulihkan kondisi fisik.

Sekitar 2 jam aku terlelap di Posko PMI Pekalongan, ketika terbangun aku ditawari kopi hangat oleh para relawan PMI yang begitu ramah melayani tanpa kepalsuan. Hemm... bagi penyuka kopi sepertiku ini benar-benar pelayanan yang menyenangkan.

Tak ada keluhan dari para relawan tersebut dalam melayani para pemudik yang beristirahat di tempat tersebut dan para pemudik pun demikian. Hal itu terlihat dari banyaknya pesan dan kesan positif yang tertulis di buku tamu yang disediakan pihak PMI.

Setiap yang beristirahat dikasih cendera mata dengan simbol PMI yang juga tak sempat aku photo.

Terima kasih Palang Merah Indonesia, SELAMAT LEBARAN ya...

Rabu, 16 April 2014

Iklan-Iklan Unik Menjelang Pemilu

Memperhatikan tayangan iklan di televisi belakangan ini yang menyinggung tentang situasi dan keadaan sosial masyarakat menjelang pemilu semakin kreatif. Ada yang unik, lucu dan tak sedikit juga yang membosankan.

Yang menarik perhatianku bukanlah tayangan iklan dari beberapa partai politik yang tak bosan mengumbar janji dan yang mereka para ketua, para caleg maupun simpatisan partai sampaikan, melainkan tayangan iklan dari sponsor yang bersifat netral tanpa berniat memihak pada salah satu partai peserta pemilu, itu yang lebih menarik menurutku.

Tayangan iklan yang telah dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi hal yang menarik dan menjadi guyonan tersendiri menjelang pemilu.

Seperti tayangan iklan dari salah satu produk tertentu yang menampilkan seorang caleg yang meminta bantuan Jin demi memuluskan niatnya meraih kursi yang diimpikannya, tapi ketika sedang berkampanye justru tidak sesuai dengan yang diharapkan, karena yang terjadi malah membuka aib si caleg itu sendiri, hahahahaha… kok bablas jin! Hihihi.. yang penting hepiii…

Dan yang belakangan sekali yang paling terbaru dan paling unik adalah tayangan iklan dari salah satu brand rokok yang pasti sudah kita ketahui, menggambarkan beberapa tokoh yang turun dari mobil dan disambut dengan karpet merah tetapi yang dijadikan obyek adalah sepatu yang dikenakan oleh para tokoh tersebut. Hal ini tentu saja para pemirsa televisi tahu kalau itu bukan iklan sepatu.

Awalnya aku berfikir, apa mungkin iklan yang bertemakan pemilu dengan tagline #CariYangKerja ini merupakan pesanan dari salah satu partai demi merujuk atau mengarahkan pada sosok yang selama ini dikenal dengan blusukannya?

Hemmm… prasangkaku akhirnya terbantahkan setelah tahu kalau iklan tersebut memang tidak berkaitan dengan salah satu capres pada pemilu tahun ini, melainkan hanya sebagai guyon menjelang pemilu.

Iklan yang sejenis ada juga yang menggunakan tagline #CariYangBersih dengan obyek sebuah tangan yang berwarna ungu seperti tinta pemilu, tapi kelingkingnya bersih. Makna dari versi ini maksudnya mengajak pemirsa untuk tidak golput dan pilih wakil rakyat yang bersih.

Sedangkan iklan dengan tagline #CariYangKerja dengan obyek sepatu yang kotor memiliki makna mengajak kita memilih wakil rakyat yang mau bekerja dan mau membangun Negara bersama rakyat tanpa harus jijik ketika sepatunya harus blepotan.

Hemm.. kembali soal Iklan, dan dari iklan yang ditayangkan itu ternyata bisa dijadikan sample buat para pemirsa yang ingin mengikuti MEME Competition yang dilombakan loh..

Nah, soal MEME Competition yang mau ikutan Lomba bisa menggunakan foto-foto image dari iklan itu. Kalau cuplikannya bisa dilihat di http://youtu.be/ymdBOQHE-ms
 
Yang bisa memenangkan lomba MEME Competition ini, hadiahnya juga cukup menarik, seperti: Voucher belanja dari blibli.com senilai 250rb selama 5 Minggu berturut turut dengan 2 Pemenang tiap minggunya, sehingga akan ada 10 pemenang mingguan. Dan Grand Winners akan ada 3 orang yang bisa mendapatkan 1 buah LG Nexus 5 16GB, 1 buah Oppo Find Clover R815 dan 1 buah Nikon Coolpix S3500.

Hemmm… ibarat menyelam sambil minum susu, siapa tahu bisa beruntung setelah keluar dari TPS terus dapet hadiah dari lomba MEME Competition. Aku kira ini lebih baik ketimbang nerima amplop dari para caleg yang memberi iming-iming supaya kita harus nyoblos mereka.

O iya, yang ingin ikutan MEME Competition bisa klik http://www.la-lights.com/memecompetition



Senin, 01 Juli 2013

Photo: Jakarnaval 2013, Meriahnya HUT DKI ke-486

Gubernur DKI, Jokowi dengan kostum kaisar dalam Jakarnaval 2013


Kemarin, pada hari minggu 30 Juni 2013, Pemprov DKI mengadakan acara Jakarnaval dengan tema 'Keajaiban Ondel-Ondel'. Acara tersebut merupakan salah satu dari serangkaian acara untuk memperingati hari jadi jakarta yang ke-486.













Selama bertahun-tahun tinggal di Jakarta, baru kali ini saya menyaksikan acara yang sangat meriah dan rela ikut berdesak-desakan dengan para pengunjung lainnya.

Berawal dari keinginan anak-anak, yang sebelumnya sibuk membuat jadwal untuk mengisi liburan sekolah, aku pun mencoba mengajak dan memilihkan acara untuk mengisi liburan tersebut.

Disaat waktu yang bersamaan, kebetulan hari minggu itu ada acara family gathering dari perusahaan tempatku bekerja. Nah, disaat harus memilih, antara tour ke Taman Matahari di Bogor yang diadakan oleh panitia family gathering perusahaan dan Jakarnaval di Jakarta, anak-anak akhirnya memilih menyaksikan Jakarnaval yang diadakan dari depan Balaikota Jakarta hingga bundaran Monumen Selamat Datang (bundaran Hotel Indonesia).


*Photo menggunakan kamera ponsel Andromax-i

Minggu, 30 Juni 2013

Photo: Pameran Jakarta Monorel Di Monas


Memperingati HUT DKI yang ke 486 dengan tema 'Jakarta Baru, Jakarta Kita' berbagai kalangan ikut andil dalam memeriahkan acara tersebut.

Termasuk dari BUMN yang ikut mengadakan pameran produknya pada peringatan hari jadi Jakarta yang diberi tema 'Dari BUMN Untuk Negeri, Karya Putra Bangsa' mempersembahkan Monorel INDONESIA.

BUMN mengklaim, buatan asli dalam negeri ini yang akan digunakan sebagai moda transportasi di Jakarta tak kalah canggih dengan produk monorel luar negeri.

produk bumn untuk monorail jakarta
Ilustrasi: stasiun monorail

monorail produk dalam negeri
ilustrasi: Stasiun Pemberhentian Monorail

photo dari dalam stasiun pemberhentian monorail

Bagian depan (dashboard) monorail produk bumn

Pengunjung pameran merasakan kenyamanan di dalam gerbong monorail

Penumpang turun dari gerbong monorail

Anak-anak terkesan dengan miniatur produk BUMN

Sabtu, 22 Juni 2013

Apa Nama Monorail Di Jakarta?


Berasal dari kabar salah satu teman di jejaring sosial yang memberitahukan adanya kompetisi heboh dari PT Jakarta Monorail, kalau warga Jakarta diajak untuk berlomba memberi nama secara online pada alat transportasi masal berbentuk kereta rel tunggal atau biasa disebut monorail yang akan digunakan di Jakarta itu, aku pun penasaran.

Merasa tertarik dengan ajakan itu, aku pun telusuri alamat web yang diberikan teman. Melalui www.jakartamonorail.com/kompetisi aku mencoba mencari tahu cara-cara dan ketentuan untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Ternyata, sudah banyak para kompetitor yang memberikan idenya untuk nama monorail Jakarta. Nah, sebelum aku melanjutkan proses untuk memberikan ide nama monorail pada web tersebut, aku mencoba mencari tahu nama yang akan aku usulkan agar tidak sama dengan kompetitor lain.

Wuih, nama-nama yang diusulkan dan sudah terverifikasi ternyata keren dan unik-unik loh... hemm...

Memang tidak ada syarat khusus yang ditentukan dalam memberikan penamaan tersebut. Tapi yang diharapkan oleh Jakarta Monorail, para peserta dapat memberikan nama yang kreatif dan dapat menjadi brand yang mencirikan Jakarta.

Aku yakin para peserta yang memberikan usul untuk nama monorail di Jakarta itu bukan hanya karena adanya hadiah-hadiah keren yang dijanjikan oleh PT. JM, tapi lebih sebagai kebanggaan tersendiri jika ide nama yang diusulkan menang dan terpilih sebagai nama yang digunakan untuk alat transportasi di Ibu Kota.

Jadi, menurut kamu nama yang cocok untuk monorail di Jakarta apa? Ikutan kompetisi yuk!


Rabu, 19 Juni 2013

Juni Sebagai Bulannya Festival

Festival di Lapangan Monas
Kemeriahan setiap tahun dibulan Juni memang telah menjadi fenomena tersendiri, khususnya dalam ajang festival. Entah itu festival yang bersifat kedaerahan, nasional, maupun festival yang bertaraf internasional.

Seperti halnya kemeriahan yang ada di Jakarta demi menyambut HUT ke-486, telah digaungkan jauh-jauh hari, semenjak sebulan sebelum hari jadi Jakarta dengan diadakannya festival, seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ), Pekan Produk Kreatif Daerah (PPKD) dan banyak lagi festival-festival lainnya yang mengisi kemeriahan ulang tahun Jakarta.

Festival di Jakarta ini pun menjadi pusat perhatian masyarakat Jakarta khususnya dan wilayah lain pada umumnya, bukan hanya itu bahkan juga menjadi sorotan dari negara-negara lain. Mereka pun ikut sibuk memberikan kontribusi yang luar biasa pada even yang digelar di bulan juni ini.

Sebenarnya, festival-festival yang biasa diadakan di bulan juni ini tidak hanya di Jakarta saja loh... Di daerah lain juga tak kalah meriah, walaupun tentunya festival itu dengan tema yang berbeda-beda. Entah karena kurang publikasi atau hal lain yang menjadi kendala, sehingga kemeriahan festival di daerah itu hanya bersifat lokal.

Sedang yang bertaraf Internasional seperti di Borobudur Magelang Jawa Tengah ada istilah BIF (Borobudur Internasional Festifal), di JX International Surabaya Jawa Timur ada juga Java Furniture Festival (JFF), di Bali juga ada Bali Arts Festival dan banyak festival yang bersifat Internasional yang sama-sama diadakan di bulan juni ini.

Berikut beberapa festival di Indonesia yang diadakan di bulan Juni:

- Jakarta, ada festival di PRJ Kemayoran, PPKD Monas, Festival Ondel-Ondel, Jakarta Night Festival dan rencananya masih akan ada banyak lagi festival lain untuk menyambut HUT Jakarta.
- Jawa Barat, ada Ethnic Food Festival dan festival seni budaya lainnya yang memperingati hari jadi Kota Bogor.
- Magelang - Jawa Tengah, dengan tema Visit Central Java, ada Borobudur International Festival (BIF) yang terdiri dari Pertunjukan Seni Budaya, Pertunjukan Orkestra Internasional, International Heritage Seminar, Borobudur Travel Mart & Expo dan masih banyak lagi.
- Solo - Jawa Tengah, ada Keraton Art Festival, Solo Kampung Art, Java Expo 2013 bertempat Pagelaran Keraton Kasunanan Surakarta, Solo Batik Carnival, dll.
- Surabaya - Jawa Timur, ada Festival Kuliner, Budaya dan banyak festival lain yang diadakan untuk memperingati hari jadi Surabaya yang jatuh di bulan Mei, tapi pelaksanaan festival bisa sampai bulan Juni.

Tapi, Indonesia ini kan sangat luas dan juga banyak kota-kota besar yang juga terkenal, lalu bagaimana dengan festival di wilayah lain di Indonesia? Dan festival-festival itu tidak harus selalu di bulan juni kan? Tapi kalau memang semua bisa diadakan di bulan juni, itu bisa menjadi luar biasa.

Beberapa festival lain yang diadakan selain di bulan Juni:

- Dieng Culture Festival (DCF) di Pegunungan Dieng Jawa Tengah.
- Banyu Nyale Festifal di Lombok.
- Bali Art Festival, Tango Bali Festival di Bali.
- Baliem Valley Festival di Irian Jaya Papua.
- Festival Danau Lut Tawar dan Festival Layang Tunang di Aceh.
- Medan Art Festival, Festival Raja-Raja Sumatera di Sumatera.
- Festival Budaya Dayak di Kalimantan
- Festival seni Budaya di Sulawesi.
- Festival Teluk Jailolo, Festival Gura Ici di Maluku.
- dan masih banyak lagi festival lainnya.

Semalam, 18 Juni 2013, saya sangat terkesan dengan uraian dan wacana dari Bapak Menteri Perdagangan, Gita Wirjaman, pada acara 'Economic Challenges' di MetroTV, yang berharap bisa ada even-even lokal dari ujung Sumatera sampai Papua yang dapat menarik perhatian dunia, agar Indonesia dapat menjadi tujuan wisata dunia yang akhirnya bisa menggerakan perekonomian bangsa.

Saya kira wacana itu bisa diwujudkan. Indonesia dengan berbagai ragam dan kekayan sumber daya yang luar biasa dapat menjadi mercusuar dunia. Tapi tentunya bila pemerintah dan rakyatnya bisa bersatu padu untuk serius membangun bangsa yang kokoh dan berbudaya.


ralat: penulisan Irian Jaya diubah menjadi Papua.


Kamis, 16 Mei 2013

Bentuk Ornamen Pada Rumah Betawi

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akan mewajibkan setiap bangunan yang ada di Jakarta untuk menonjolkan ornamen-ornamen yang mencirikan budaya betawi, lalu seperti apa sih ornamen betawi itu?

Jika dilihat dari rumah adat, kita mengenal ada tiga jenis rumah adat betawi, yaitu: Rumah Gudang, Rumah Bapang (Rumah Kebaya) dan Rumah Joglo. Nah, dari ketiga jenis rumah yang berbeda-beda itu sebenarnya apa yang menjadi persamaan pandangan bahwa itu merupakan rumah betawi?

Jawabannya adalah terletak pada ornamennya. Dari ketiga jenis rumah adat betawi, ada satu persamaan yang mencirikan bangunan itu sebagai rumah adat betawi, yaitu terletak pada ornamen lisplang gigi balang.

Jika diperhatikan dari bentuk lisplang gigi balang juga ada sedikit perbedaan walaupun tidak terlalu mencolok perbedaannya.

Berikut beberapa bentuk lisplang gigi balang yang terdapat pada rumah-rumah betawi:


Menurut beberapa budayawan betawi, lispang gigi balang yang terdiri dari bentuk segitiga dan bulatan itu memiliki makna kejujuran, keberanian, keuletan dan kesabaran.

Dan mungkin masih banyak lagi model dan bentuk lisplang yang mencirikan ornamen betawi, seperti: ornamen pucuk rembung, ornamen bunga cempaka, ornamen swastika (motif china) dll. Bagi yang bisa menambahkan silahkan dishare ya...


Senin, 13 Mei 2013

Masalah Dengan Nama Belakang (Last Name)

Sebenarnya ini merupakan kelanjutan dari posting dengan judul "Arti Sebuah Nama" yang kalau dilanjutkan menjadi bagian ketiga (bag.3). Tetapi berhubung ada suatu kejadian yang menurutku menjadi masalah baru, jadi aku ganti judulnya.

Hampir mirip dengan posting bagian kedua [lihat: Arti Sebuah Nama (bag.2)], yaitu ketika dulu aku ditegur oleh beberapa kerabat sewaktu memberi nama pada anak-anakku. Selain karena nama anakku menggunakan nama jawa dan sedikit tambahan dari bahasa sansekerta, aku juga pernah ditegur soal nama anak yang menurut mereka terlalu panjang dan mereka beranggapan kalau namanya terlalu panjang akan menjadi beban kepada anak itu. Benarkah?

Kedua anakku kuberi nama dengan tiga kata, ada nama depan (first name), nama tengah (middle name) dan nama belakang (last name).

Memang, di Jawa pada umumnya tidak terlalu mempermasalahkan dengan perlu atau tidaknya nama belakang, banyak nama jawa yang hanya terdiri dari satu kata (nama tunggal). Seperti nama kecilku yang tertera di Akte Kelahiran dan KTP hanya nama 'Sutrisno' saja. Dan baru setelah aku menikah kemudian ada tambahan 'Aji' sebagai nama belakang, menjadi Sutrisno Aji. Tetapi, nama itupun tidak ditambahkan pada waktu pembuatan KTP yang baru.

Nah, kejadian beberapa hari kemarin telah membuka sedikit wawasanku, tentang perlunya nama belakang. Ketika itu aku menuliskan identitas diri pada saat aku mendaftar akun salah satu aplikasi di internet. Memang hampir setiap pengisian data untuk name pada aplikasi buatan luar negeri ada nama depan, nama tengah (jika ada) dan nama belakang yang wajib diisi.

Seperti biasa aku menulis nama 'Sutrisno' sebagai nama depan dan 'Aji' sebagai nama belakang. Pendaftaran berjalan mulus, namun ketika aku harus mengisi nama yang tercatat di rekening bank, disitulah awal terjadinya masalah.

Nama yang tercatat pada rekening bank tentu saja hanya 'Sutrisno' atau sesuai dengan nama di KTP, sedangkan nama yang terdaftar pada akun tersebut Sutrisno Aji. Dan masalahnya adalah apabila nama rekening bank berbeda dengan nama yang terdaftar di akun maka proses transaksi yang berhubungan dengan perbankan nanti dapat mengalami kendala. Duh..!!!

Memang sih, masalah seperti itu tetap bisa diproses dan terselesaikan dengan 'catatan', tapi membutuhkan langkah-langkah yang menurutku terlalu ribet.

Disitulah kemudian aku berfikir, ternyata nama belakang itu bisa menjadi sangat penting. Tidak hanya itu, rupanya masalah nama tunggal juga bisa menjadi masalah sendiri jika kita pergi keluar negeri loh... Karena ada beberapa negara yang mengharuskan nama belakang (last name) tercetak pada passport dan visa, bahkan ada yang harus ditambahan nama tengah (middle name).

contoh penulisan nama pada visa

Salah satu contoh adalah ketika ada sahabat setandan hendak pergi umroh dan mengurus passport untuk keberangkatan ke Arab Saudi, karena nama sahabat setandan itu hanya memiliki nama tunggal sehingga harus menambahkan nama orang tua dan kakeknya sebagai nama tengah dan nama belakang. Dengan alasan untuk dapat pergi ke tanah suci harus menggunakan passport dan visa dengan tiga kata pada nama. Hemm...

Melihat kasus diatas, aku akhirnya lega dan tak perlu berdebat dengan orang lain ketika ada yang menegur, nama anak kamu kepanjangan tuh!. Biarin saja...

Suatu saat mereka akan tahu sendiri penting atau tidaknya sebuah nama.

Senin, 17 September 2012

Aku Tak Suka Debat

Pagi tadi ada yang menanyakan padaku, apakah semalam aku mengikuti acara debat pilkada di televisi. Aku bilang, aku paling nggak suka debat, apalagi acara debat. Kalau tidak ada pilihan tontonan lain di televisi selain acara debat, mending aku matikan tv.

Sejak kecil aku tidak pernah diajarkan debat oleh orang tuaku, demikian pula sewaktu sekolah di SD, SLTP dan SMK, aku juga tidak diajarkan debat. Pernah sewaktu kuliah memang ada acara debat di kelas untuk membahas suatu materi, tapi hal itupun tidak aku ikuti.

Seingatku, waktu di sekolah, aku diajarkan tentang pancasila sebagai dasar negara, dan debat tidak ada dalam sila itu, yang ada musyawarah. Sedangkan menurut orang tuaku, debat itu hanya akan membuat manusia jauh dari Tuhan.

Dengan Pancasila, bukankah seharusnya Indonesia bisa lebih baik?
Apa sebenarnya yang ingin dicapai dari debat itu?

Kalau bicara soal pemerintahan demokrasi yang menganjurkan debat untuk mencari solusi, seperti halnya Amerika yang selalu dijadikan kiblatnya demokrasi, di Indonesia masih jauh.

Di Amerika, pernah aku dengar, terjadi dalam satu partai ada dua kubu yang mencalonkan diri untuk menjadi pemimpin, kemudian keduanya mengadakan debat terbuka. Aku juga tidak menontonnya, aku hanya dengar hasil akhir dari debat itu. Waktu itu di Amerika, salah satu kandidat mereka kalah dalam debat, dan kemudian yang kalah itu tidak enggan untuk mendukung kandidat yang mengalahkannya.

Nah, kalau di Indonesia yang sering aku tahu, justru yang kalah malah kemudian memilih mundur dari partai dan mendirikan partai baru.

Debat dalam hal apapun, perlu didasari mental kuat dan tangguh, yang siap menerima kekalahan dengan cara yang legowo, menjauhi hal-hal yang bersifat saling menjatuhkan dan lebih mengutamakan kepentingan bersama daripada membesarkan ego. Memang tidak mudah untuk menjadi bijak, tapi minimal bisa menjadi contoh yang baik untuk anak cucu kita nantinya.



Senin, 06 Agustus 2012

Orang Indonesia Hebat Di Luar Negeri


Volkswagen Beetle atau yang biasa sering disebut mobil kodok diproduksi pertama kali pada tahun 1934 di Jerman. Bergulirnya waktu, VW Beetle ternyata telah ber-evolusi setiap tahunnya walaupun tidak terlalu banyak perubahan pada desain tetapi yang terbaru merupakan generasi yang ketiga.


Mobil kodok yang kini tampil lebih cantik dan membuat setiap orang yang melihatnya menjadi terpana, itu ternyata berkat campur tangan orang Indonesia loh, yaitu Chris Lesmana, pria kelahiran Bandung, Jawa Barat, yang ditunjuk oleh perusahaan otomotif asal Jerman itu sebagai desainernya.

Selain desain exterior, untuk desain audionya juga hasil karya orang Indonesia, yaitu Natan Budiono. Wah.. ternyata orang Indonesia hebat juga kalau di luar ya..

Nah, terus kapan ya mobnas punya desain yang se-keren ini, kalau bisa mestinya lebih baik lagi.



Jumat, 18 Mei 2012

Senjata Sebagai Asesoris

Di beberapa media lagi ribut soal larangan menggunakan senpi dikalangan sipil nih.. Sampai-sampai timbul pro kontra di kalangan para pejabat. Dan sejauh mana sih urgensi kepemilikan senjata itu?

Senpi atau Senjata Api atau biasa disebut Pistol atau Beceng merupakan senjata atau alat yang digunakan untuk tujuan membela diri, setidaknya begitulah alasan si pemiliknya. Tetapi belakangan ini sering terjadi penyimpangan dalam penggunaan dari alat tersebut.

Bicara mengenai senjata untuk membela diri, sejak dahulu memang sudah ada, seperti tombak, pedang, panah, keris dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk senjata jenis pistol sendiri sebenarnya bukanlah merupakan senjata yang berasal dari Nusantara ini, tapi kemudian menjadi senjata pilihan dan mulai diproduksi juga di Indonesia.

Seperti kita tahu, salah satu senjata yang asli berasal dari Nusantara adalah keris yang kini telah masuk dalam koleksi unesco sebagai warisan budaya dari nenek moyang kita.

Sebagai senjata yang pernah populer pada jaman dulu, keris juga tidak dengan mudah dapat dimiliki oleh setiap orang, hanya kalangan tertentu yang menggunakannya sebagai senjata untuk membela diri.

Konon keris merupakan jenis senjata yang dianggap memiliki energi supranatural atau kesaktian sendiri yang dapat dikendalikan atau mengendalikan pemiliknya. Sehingga ada beberapa jenis keris yang dianggap sangat berbahaya dan ditakuti banyak orang, apabila si pemilik menggunakannya dengan sembarangan.

Begitu pula dengan senpi, apabila alat itu digunakan dengan tidak semestinya, maka yang terjadi justru hanya akan menakut-nakuti orang lain, karena senjata ini dapat juga digunakan untuk menghilangkan nyawa makhluk Tuhan.

Kembali pada keris, dengan berkembangnya jaman, senjata ini kemudian beralih fungsi menjadi asesoris yang kini bisa ditemui dimana saja, khususnya disetiap ada acara-acara yang menggunakan pakaian adat dengan perlengkapan keris yang biasa diselipkan di balik pakaian.

Akankah nantinya senpi juga demikian? Hanya akan menjadi perlengkapan asesoris dan tidak lagi menjadi senjata yang menakutkan?

Dan sehebat-hebatnya senjata pelindung ataupun senjata pembunuh, sebenarnya ada yang lebih hebat dari itu semua, yaitu LIDAH.

Masih ingatkah kalau ada ungkapan yang mengatakan bahwa lidah lebih tajam dari pelor!! Ehh bukan, pedang deng...

Semoga senjata apapun itu, baiknya dapat dikendalikan oleh pemiliknya, bukan kebalikannya.

Rabu, 04 Januari 2012

Wisata Kota Gombong

Kesempatan libur tahun baru 2012 aku habiskan di kampung kelahiranku, kota Gombong bersama keluarga tercinta. Mudik ke Gombong memang tidak jarang kami lakukan, tapi mudik kali ini memiliki kesan tersendiri, kami sengaja untuk silahturahmi ke orang tua.

Waktu liburan yang singkat itu selain untuk bersilahturahmi, kami juga luangkan untuk rekreasi ke Benteng Van Der Wijck. Benteng ini merupakan bangunan tua peninggalan Belanda yang kini telah dipugar menjadi tempat salah satu tujuan wisata di kota Gombong Kebumen.

pintu gerbang Benteng Van Der Wijck
Benteng Van Der Wijck - tampak depan
Prasasti Benteng Van Der Wijck
area tengah benteng
lorong-lorong barak
anak dan istriku saat di lorong-lorong benteng
ruang photo-photo benteng sebelum renovasi
tank perang jaman belanda
eowyn di tempat bermain anak
arena bocah (tempat bermain anak)
Dulu sebelum aku merantau ke Jakarta, benteng ini belum dipugar se-bagus sekarang, tapi memang dari dulu pun benteng ini sudah sering dikunjungi oleh wisatawan lokal. Setelah dilakukan renovasi seperti sekarang ini jadi semakin ramai pengunjung yang datang. Selain disediakan arena bermain dan juga gedung-gedung pertemuan di area sekitar benteng, terdapat pula penginapan-penginapan bagi para tamu wisata yang berkunjung di kota Gombong.
hotel di area sekitar benteng
beberapa gedung pertemuan di sekitar benteng

Bagi yang suka traveling, mampir ke kota Gombong deh.. pasti akan menemukan banyak cerita disana.

Tentang Benteng Van Der Wijck, selengkapnya klik disini

Kamis, 22 September 2011

Jaka Tingkir Dari Jawa Barat

Kebanyakan orang di Indonesia mengenal Jaka atau Joko Tingkir dengan gelar Sultan Hadiwijaya, sebagai raja pertama Kerajaan Pajang yang berasal dari desa Tingkir, salah satu nama desa di wilayah Salatiga, Jawa Tengah. Namun ada juga cerita Joko Tingkir yang berasal dari Jawa Barat, lalu bagaimana kisahnya?



Ketenaran Jaka Tingkir dikenal pula sebagai penakluk buaya, sehingga di salah satu taman wisata di Bekasi, yaitu Taman Buaya Indonesia Jaya, disini para pawang binatang buas itu menunjukan kebolehannya bergelut dengan buaya-buaya yang kemudian dikenal dengan Atraksi Joko Tingkir.

Bergulat dengan binatang buas apalagi buaya memang butuh keahlian khusus yang perlu dilatih, demi menghibur para wisatawan yang berkunjung ke Taman Buaya ini, pengelola tempat wisata itu menyuguhkan tontonan yang menarik setiap hari minggu di Arena Atraksi Joko Tingkir.


Taman buaya Indonesia Jaya yang juga merupakan tempat penangkaran buaya terbesar di Asia tersebut berada di Jalan Raya Cibarusah – Serang, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Memiliki koleksi lebih dari 500 ekor buaya dari berbagi wilayah di Indonesia.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms