Selasa, 04 Maret 2014

Senyum Di Balik Jendela

ilustrasi bercermin Aku letakkan secangkir kopi diatas lantai tampatku selonjoran di ruang depan. Di ruang itu tidak ada meja, sofa ataupun bufet yang terpajang, hanya lantai dan tanpa permadani menyelimuti, itulah kenapa aku hanya menyebutnya ruang depan bukan ruang tamu. Dengan terus senyum-senyum sendiri aku mencoba menyalakan pemantik, lalu sebatang rokok disela-sela jariku itu pun terbakar. Aku kembali tersenyum sambil menghembuskan asap dari mulutku. Bukan karena tidak ada sebab mengapa aku senyum-senyum sendiri. Senyumku itu, karena melihat ada seorang perempuan cantik sedang bergaya didepan jendela rumahku sambil merapihkan rambutnya yang hitam panjang dan tidak berantakan. Kaca jendela rumahku memang gelap (Rayben),...

Pages 381234 »
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms