Senin, 20 Juni 2011

Memenuhi Undangan Sahabat

Sabtu, 18 Juni 2011 pukul 21.00 WIB, saya dan sahabat Setandan mulai start dari basecamp menuju Cikupa-Tangerang. Berjumlah 21 personil kami menggunakan 3 kendaraan meluncur ke arah barat melintasi kota Jakarta. Sebenarnya sahabat Setandan bukan cuma itu saja, ada banyak jumlah sahabat seandainya harus dihitung satu persatu, mungkin ratusan atau bahkan ribuan yang tidak bisa ikut karena alasan tertentu. Tetapi karena memang undangan dari salah satu sahabat Setandan yang tidak memungkinkan apabila harus dikumpulkan semua untuk menghadiri syukuran rumah baru yang sekarang mulai ditempati sahabat di wilayah Tangerang.
Awalnya sahabat yang punya hajat ini pernah tinggal di daerah Kalideres-Jakarta Barat, beliau sering berkunjung ke basecamp SetandanPisang di Rawamangun untuk berkumpul, silaturahmi dan berbagi dalam segala hal, seminggu sekali selalu datang dengan sahabat lainnya yang di Kalideres. Berjalannya waktu beliau memutuskan pindah ke Tangerang, memang semakin jauh apabila dihitung jarak antara Rawamangun dengan Cikupa, tetapi walaupun begitu dengan tekad hati dan rasa cinta kekeluargaan selalu saja beliau sempatkan untuk berkunjung ke basecamp. Hal itulah yang membuat kami ada semacam keterikatan bathin sesama sahabat.
Sahabat yang ikut memenuhi undangan hadir dari berbagai wilayah, mulai dari Subang-Jawa Barat, Tambun-Bekasi, Harapan Indah-Bekasi, Cakung, Rawamangun, Cawang Jakarta Timur dan wilayah sekitar.

Dalam perjalanan mobil kijang innova yang berisi 9 orang melaju mendahului rombongan. Selain karena berisi sahabat Setandan yang lebih tua-tua daripada sahabat lainnya, mobil tersebut juga merupakan kendaraan tuan rumah yang menjemput kedatangan kami. Tentunya sebagai pemandu jalan karena penjemput sudah pasti lebih tahu alamat yang kami tuju. Hal yang dapat diambil pelajaran disini adalah kami para sahabat lebih menghormati yang lebih tua dan mengedepankan seseorang yang lebih memahami jalan.
Kendaraan yang kedua berisi 8 orang termasuk saya di dalamnya berserta sahabat setandan yang muda-muda. Ada hal lain yang membuat saya dan sahabat lainnya merasa gembira dan terhormat, karena boss besar basecamp SetandanPisang memilih bergabung dengan kendaraan yang kami tumpangi. Sebelumnya sahabat yang lebih tua meminta boss besar untuk bergabung di kendaraan pertama, tetapi beliau mengatakan "biarlah saya ikut yang muda-muda sekalian memberi petunjuk jalan, karena saya tahu jalan menuju kesana" jawab beliau. Akhirnya setelah semua setuju kendaraan kami berada di belakang mobil jemputan. Disini dapat diambil pelajaran, bahwa seseoang yang dituakan/diseganipun mau berada di lingkungan muda-muda yang masih bodoh. Selain memberi petunjuk arah jalan secara tidak langsung kami yang memiliki jiwa muda yang mudah terbawa emosi dan senang ugal-ugalan di jalan menjadi teredam. Dan benar kenyataan itu terjadi saat kendaraan kami diserempet sepeda motor yang sedang mengebut di wilayah Bitung menuju Cikupa Tangerang, kami tidak serta merta berhenti untuk meluapkan kemarahan kami kepada si pengemudi sepeda motor, walaupun kami anggap bukan kesalahan dari kami. Melihat sepeda motor yang menyerempet oleng dan kemudian terserempet sepeda motor di belakangnya, kami justru merasa kasihan karena si pengemudi itu kena caci maki orang yang melihat kejadian itu.
Tidak jauh dari TKP kami akhirnya berhenti untuk melihat kondisi kendaraan kami. Oops... kaca lampu rem pecah dan body avanza sedikit tergores. Boss besar memberi nasehat "tidak apa-apa, nanti kita perbaiki bersama, coba tengok si pengendara motor itu gimana keadaanya" kata beliau. Sebelum kami sempat balik menuju TKP ternyata si pengemudi sepeda motor sudah kembali ngebut melewati kami. Entah bagaimana dan apa yang menjadi alasan orang itu hingga tidak menemui kami. Padahal tidak ada sikap kami yang ingin memarahinya. [bersambung]

10 Komentar:

aik mengatakan... Reply Comment

obatnya = smakin mendekatkan diri pada-Nya hehe obat segala obat itu Pak......

Unknown mengatakan... Reply Comment

@aik: hihihi.. salah menempatin komentar ya..
tapi ga apa2 koq.. mungkin maksudnya mau komentar di "obat itu dekat dengan penyakitnya"
Terima kasih atas komentarnya ya :)

aik mengatakan... Reply Comment

upz, mo komentar di "Saat Jiwa Membelai Raga" Pak... duh, malunya hahaha

Unknown mengatakan... Reply Comment

@aik: hehe.. No problem, ternyata perkiraanku juga salah kirain ke "obat itu..."
tapi yo ora opo2 hoho..

Unknown mengatakan... Reply Comment

wah wah, ternyata anda hatinya manis ya.

Unknown mengatakan... Reply Comment

@Said: emang hatinya mengandung gula ya mas broth... hehe :D (just kidding)
Terima kasih komentarnya, salam.

udin mengatakan... Reply Comment

akhirnya d perbaiki bersama pa tdk mas,mobilnya yg kesrempet itu?

Unknown mengatakan... Reply Comment

@udin: pastinya mas broth.. :)

udin mengatakan... Reply Comment

akhirnya d perbaiki bersama pa tdk mas,mobilnya yg kesrempet itu?

SetandanPisang mengatakan... Reply Comment

@aik: hehe.. No problem, ternyata perkiraanku juga salah kirain ke "obat itu..."
tapi yo ora opo2 hoho..

Posting Komentar

Bagi komentar anda, monggo...

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Grants For Single Moms